Kategori
Fashion Zaman Dulu

Crinoline, Gaun Mewah Era Victoria Yang Menyiksa

Crinoline, Gaun Mewah Era Victoria Yang Menyiksa – Tentunya di setiap zaman memiliki fakta menarik yang belum banyak diketahui oleh sebagaian orang. Banyak sekali sejarah beserta fakta unik tentang suatu zaman yang tentunya sangat menarik untuk diketahui, agar dapat menambah pengetahuan.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang fakta unik tentang fashion di Era Victoria. Era Victoria sendiri dalam sejarah Britania Raya adalah era dimana periode pemerintahan Ratu Victoria dari 20 Juni 1837 hingga kematian sang ratu di awal Januari 1901. Di era ini, pakaian para wanitanya sangat menonjolkan sisi feminin dan sengaja dirancang untuk memperlihatkan pinggang para wanita Inggris yang kecil.

Sehingga penggunaan crinoline tren fashion era victoria yang mirip dengan kurungan ayam pun menjadi hal yang umum digunakan para wanita di Era Victoria, agar wanita yang memakainya terlihat lebih anggun dengan badan yang ramping.

Crinoline adalah sejenis rok dalaman atau petticoat yang merupakan tren fashion era victoria dan biasa digunakan di bawah gaun yang terbuat dari rambut kuda. Dibilang mirip dengan kurungan ayam karena crinoline yang seharusnya berfungsi sebagai pakaian dalam ini, memiliki bentuk seperti rangka karena memiliki struktur yang sangat kaku. Namun pada perkembangannya, rambut kuda mulai digantikan dengan bahan katun yang dipadatkan, lalu diganti dengan bahan metal yang benar-benar berbentuk seperti “kandang”.

Crinoline, Era Victoria

Biasanya crinoline ini digunakan di bawah rok dalaman yang nantinya akan dilapis lagi dengan gaun dengan variasi model dan bahan. Mulai dari bordir, renda, hingga hiasan pita warna-warni. Sehingga membuat siapapun yang menggunakan gaun seperti ini akan terlihat lebih cantik dan ramping karena memiliki desain bagian atas gaun sampai pinggang yang dibuat menyerupai seperti jam pasir.

Namun, terlepas dari keanggunan yang terpancar pada wanita yang mengenakan crinoline. Gaya busana wanita era Victoria ini juga terkenal dengan sebutan “dressed to kill”. Hal ini dikarenakan sebenarnya para wanita ini harus membayar lebih demi membuat orang lain terkesan, yakni dengan merasa begitu tersiksanya mengenakan crinoline ini. Sampai-sampai bisa membuat pemakainya terbunuh oleh item fashion trendy ini pada masanya.

Bahkan, sejarah mencatat sudah lebih dari 3.000 wanita yang harus merenggang nyawa akibat dari pemakaian crinoline ini.

Karena pada dasarnya, pada era ini kebanyakan wanita masih sering mengabaikan kenyamanan dari apa yang mereka kenakan karena terlalu dilanda oleh wabah Crinolinemania yang mana semua orang tergila-gila dengan crinoline ini. Bisa dibilang, mereka lebih menginginkan orang-orang terpikat dan mendapatkan perhatian dari semua orang sampai-sampai tidak memikirkan ketidaknyamanan penggunaan crinoline ini.

Kekurangan lainnya dari tren di era victoria ini adalah, gaun ini mudah terbakar. Sehingga penggunaan gaun ini saat mentari sedang terik-teriknya maka sama saja seperti sedang bunuh diri. Belum lagi saat pakaian ini terkena percikan api, api akan mudah menjalar ke seluruh gaun dan sudah banyak wanita yang terluka parah bahkan terbakar hidup-hidup.

Atau karena modelnya yang terlalu rumit dan agak berat, tidak sedikit crinoline yang tersangkut pada roda kereta kuda saat digunakan. Masih banyak tragedi horror lainnya yang terjadi akibat pemujaan yang berlebihan terhadap crinoline ini.

Beruntungnya para wanita yang hidup di zaman sekarang karena crinoline sudah bukan lagi menjadi tren fashion wajib yang harus dikenakan oleh wanita dan juga permainan slot online sudah dapat mudah untuk diakses di gadunslot kapanpun dan dimanapun. Sehingga tidak perlu merasakan betapa tersiksanya penggunaan crinoline.

Kategori
Fashion Zaman Dulu

Sejarah Gaya Lolita Yang Booming Sejak Akhir Tahun 1990

Gaya Lolita merupakan subkultur jepang yang memiliki ciri khas pada gaun yang penuh dengan hiasan kerut serta renda layaknya busana anak-anak perempuan yang ramai akan dekorasi nan imut. Pada dasarnya, busana Lolita ini terinspirasi dari elemen-elemen fashion era Roccoco asal Perancis dan era Victoria Inggris.

Roccoco sendiri berasal dari 2 suku kata dalam bahasa Prancis yaitu “Rocaille” yang memiliki arti batu dan “Coquilles” yang berarti bentuk yang tidak teratur. Awalnya trend fashion dengan menggunakan gaun mewah ini dipopulerkan oleh Madame Pompadour yang merupakan seorang selir sang raja. Madame Pompadour sangat menyukai detail dan motif bunga yang ramai dan juga pemakaian warna-warna pastel cerah untuk menandakan keceriaan dan membuat ia nampak lebih energik saat menggunakannya. Sama persis dengan apa yang menjadi konsep awal busana Lolita yang dipenuhi dengan warna warna pastel nan manis.

Hingga pada akhirnya tren fashion era Roccoco ini pun diadaptasi oleh bangsawan negara Britania Raya pada era Victoria Inggris, masih dengan menggunakan gaun megar namun pada era ini pemilihan warnanya lebih gelap dibandingkan dengan di Perancis saat itu.

Gaya Lolita ini juga dibagi lagi menjadi beberapa tipe, diantaranya adalah Classic Lolita (motif floral anggun dan warna netral), Gothic Lolita (pemakaian simbol-simbol ala katedral dan warna gelap), dan terakhir Sweet Lolita (aksesoris terkesan sangat kekanakan dengan warna pastel).

Gothic Lolita

Tren busana Lolita sendiri mulai berkembang di Jepang pada tahun 1990-an sebagai busana jalanan yang sering sekali ditemui di jalan-jalan kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Yang ditandai dengan ramainya perbincangan tentang Lolita sebagai subkultur fashion tersendiri di berbagai majalah Jepang. Pada akhir 90-an ini juga lah ide Gothic Lolita pertama kali tercetus yang terinspirasi oleh tren Visual Kei yang saat itu juga sedang naik daun.

Sesaat setelah dunia memasukin milenium baru, film besutan Jepang berjudul Kamikaze Girls meledak, dimana pemeran protagonis di film itu menggunakan busana ala Lolita lengkap dengan pita dan payung berwarna senada dengan gaunnya. Hal ini lah yang membuat pemakaian busana lolita menjadi situs slot terpercaya meningkat drastis di kota-kota besar di Jepang, hingga menjadi hal yang wajar melihat wanita berpakaian ala Lolita di jalan Harajuku.

Sebagai kesimpulan, Tren Gaya Lolita ini berasal dari perpaduan antara tren gaya di Era Roccoco dan Victoria Britain yang kemudian bercampur dengan citra ala-ala putri raja yang berada di buku cerita dongeng anak-anak. Lolita sendiri di Jepang bisa diartikan sebagai wanita yang sebenarnya sudah dewasa namun masih berparas dan memiliki perilaku seperti anak-anak.

Kategori
Fashion Zaman Dulu

Gaya Fashion Era 90an Yang Masih Layak Digunakkan Saat Ini

Gaya Fashion Era 90an – Trend Fashion atau gaya fashion akan terus berubah setiap tahunnya. Hal ini menandakan kreasi dunia fashion terus berkembang dan tak pernah ada habisnya untuk diexplore.

Namun terkadang ada beberapa trend fashion jaman dahulu yang kembali ngehits di jaman modern seperti saat ini , seperti salah satunya yaitu gaya fashion era 90an. judi slot online terpercaya Penasaran apa saja gaya fashion era 90an yang masih eksis dan tren dipakai saat ini ? Yuk kita simak informasinya judi slot online berikut ini.

Snapback Raiders

Stage is set for Glasgow's west coast v east coast rap battle - Glasgow Live

Gaya yang satu ini identik dengan budaya pop yang ada di Amerika dan biasa dikenal sebagai orang yang suka memberontak. Namun pandangan buruk tersebut sudah dihilangkan sehingga kalian bisa menggunakannya kembali di tahun ini dengan ciri khas kalian.

Neon Windbreakers

How to Wear the Neon Trend in 2020 | Who What Wear

Gaya ini merupakan gaya fashion yang cukup iconic untuk fashion di tahun 90an. Kalian wajib mencobanya dan bersiap untuk menjadi kekinian dengan windbreakers ini.

Bandana

Gaya Fashion Era 90an

Bandana sangat dikenal sebagai gaya fashion dari urban style tahun 90an. Aksesoris yang dulunya biasa digunakan di kepala tersebut saat ini sudah bisa digunakan dibagian tubuh lainnya seperti leher ataupun kerah baju. Apalagi saat ini sudah ada beragam jenis bandana dengan warna dan cara pemakaiannya yang berbeda beda. Tinggal kalian cocokkan saja dengan gaya kalian !

Bucket Hats

Bucket Hat Trend for Summer: Shop

Bucket Hats merupakan aksesoris kepala terbaik di tahun 90an yang dipopulerkan oleh rapper seperti LL Cool J dan Rakim. Selama kurang lebih 20 tahun tak terlihat , akhirnya aksesoris tersebut kembali menjadi tren di tahun ini. Wajib dicoba ya !

Flannel

Gaya Fashion Era 90an

Banyak yang belum mengetahui jika flannel adalah gaya fashion yang sangat dikenal di tahun 90an. Tren fashion yang mewakili budaya grunge ini ternyata kembali menjadi tren banyak digunakan oleh banyak anak muda saat ini. Untuk lebih terlihat keren , kalian bisa mengkombinasikan flannel dengan kaos ataupun diikat dipinggang.

Oakley

From Vetements to Palace, cycling shades are so hot right now | Dazed

Kacamata merk Oakley menjadi kacamata yang sangat populer di tahun 90an. Gak ada salahnya jika kalian memiliki dan memakai salah satu item fashion ini dikala kalian sedang berlibur ke suatu tempat.

Kemeja Dipinggang

Gaya Fashion Era 90an

Untuk kalian kelahiran tahun 1980-1990an pasti sudah tidak asing dong dengan gaya yang satu ini bukan? Yap , gaya kemeja yang diikat dipinggang ini kembali menjadi tren buat kalian yang ga suka ribet. Kalian bisa menggunakan gaya fashion ini ketika sedang hang out atau jalan-jalan bersama teman.