Kategori
Fashion Zaman Dulu

Sejarah Gaya Lolita Yang Booming Sejak Akhir Tahun 1990

Gaya Lolita merupakan subkultur jepang yang memiliki ciri khas pada gaun yang penuh dengan hiasan kerut serta renda layaknya busana anak-anak perempuan yang ramai akan dekorasi nan imut. Pada dasarnya, busana Lolita ini terinspirasi dari elemen-elemen fashion era Roccoco asal Perancis dan era Victoria Inggris.

Roccoco sendiri berasal dari 2 suku kata dalam bahasa Prancis yaitu “Rocaille” yang memiliki arti batu dan “Coquilles” yang berarti bentuk yang tidak teratur. Awalnya trend fashion dengan menggunakan gaun mewah ini dipopulerkan oleh Madame Pompadour yang merupakan seorang selir sang raja. Madame Pompadour sangat menyukai detail dan motif bunga yang ramai dan juga pemakaian warna-warna pastel cerah untuk menandakan keceriaan dan membuat ia nampak lebih energik saat menggunakannya. Sama persis dengan apa yang menjadi konsep awal busana Lolita yang dipenuhi dengan warna warna pastel nan manis.

Hingga pada akhirnya tren fashion era Roccoco ini pun diadaptasi oleh bangsawan negara Britania Raya pada era Victoria Inggris, masih dengan menggunakan gaun megar namun pada era ini pemilihan warnanya lebih gelap dibandingkan dengan di Perancis saat itu.

Gaya Lolita ini juga dibagi lagi menjadi beberapa tipe, diantaranya adalah Classic Lolita (motif floral anggun dan warna netral), Gothic Lolita (pemakaian simbol-simbol ala katedral dan warna gelap), dan terakhir Sweet Lolita (aksesoris terkesan sangat kekanakan dengan warna pastel).

Gothic Lolita

Tren busana Lolita sendiri mulai berkembang di Jepang pada tahun 1990-an sebagai busana jalanan yang sering sekali ditemui di jalan-jalan kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Yang ditandai dengan ramainya perbincangan tentang Lolita sebagai subkultur fashion tersendiri di berbagai majalah Jepang. Pada akhir 90-an ini juga lah ide Gothic Lolita pertama kali tercetus yang terinspirasi oleh tren Visual Kei yang saat itu juga sedang naik daun.

Sesaat setelah dunia memasukin milenium baru, film besutan Jepang berjudul Kamikaze Girls meledak, dimana pemeran protagonis di film itu menggunakan busana ala Lolita lengkap dengan pita dan payung berwarna senada dengan gaunnya. Hal ini lah yang membuat pemakaian busana lolita menjadi situs slot terpercaya meningkat drastis di kota-kota besar di Jepang, hingga menjadi hal yang wajar melihat wanita berpakaian ala Lolita di jalan Harajuku.

Sebagai kesimpulan, Tren Gaya Lolita ini berasal dari perpaduan antara tren gaya di Era Roccoco dan Victoria Britain yang kemudian bercampur dengan citra ala-ala putri raja yang berada di buku cerita dongeng anak-anak. Lolita sendiri di Jepang bisa diartikan sebagai wanita yang sebenarnya sudah dewasa namun masih berparas dan memiliki perilaku seperti anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *